Pengertian Asimilasi, Faktor Dorongan & Faktor Hambatan Asimilasi
Dalam istilah antropologi asimilasi berarti penggabungan dua kebudayaan yang berbeda dan berangsur-angsur berubah menjadi kebudayaan baru dengan ciri khas kebudayaan masing-masing hilang.
Ditinjau dari sudut sosiologi, asimilasi adalah bergabungnya orang perorangan atau kelompok masyarakat dengan latar belakang kebuyaan yang berbeda menjadi masyarakat baru dengan kebudayaan yang baru pula. Orang-orang yang melakukan asimilasi ke dalam suatu kelompok masyarakat biasanya tidak lagi membedakan dirinya dengan kelompok tersebut. Contoh yang paling mudah adalah perkawinan antara pemuda dengan latar belakang kebudayaan Jawa dan wanita yang berlatar belakang kebudayaan Sumatra (Batak). Pada mulanya masing-masing bahasa Jawa dan Batak dipergunakan dalam lingkungan keluarga. Lama-kelamaan dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa Indonesia, demikian pula setelah mereka memiliki anak, bahasa yang diajarkan adalah bahasa Indonesia.

Asimilasi akan berlangsung lebih mudah jika didukung oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1) Adanya toleransi terhadap orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda dari kebudayaan sendiri yang memungkinkan terjadinya akomodasi. Toleransi yang didorong komunikasi dapat mempercepat terjadinya asimilasi.
2) Adanya kesempatan yang seimbang dalam ekonomi bagi berbagai golongan masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda.
3) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat juga dapat mempercepat asimilasi.
4) Adanya sikap saling menghargai kebudayaan yang didukung masyarakat lain, yaitu dengan mengakui kelemahan dan kelebihannya.
5) Penegetahuan akan adanya persamaan unsur kebudayaan dari kedua kelompok dengan cara mengenalkan kebudayaan-kebudayaan khusus (sub-cultures) di Indonesia sehingga menghilangkan prasangka yang semula mungkin ada di antara para pendukung kebudayaan tersebut.
6) Terjadinya perkawinan campuran (amalgamation) antara warga dari golongan tertentu dan dari golongan yang lain. Misalnya, perkawinan antara golongan mayoritas dan minioritas.
7) Adanya ancaman dari luar yang dianggap sebagai ancaman bersama cenderung memperkuat kesatuan masyarakat atau golongan masyarakat yang mengalami ancaman musuh tersebut.
Faktor-faktor yang menghambat prosesnya asimilasi, sebagai berikut :
1) Kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat terisolir atau terasing.
2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan dari golongan masyarakat lain yang dihadapi.
3) Perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan lain. Perasaain ini muncul karena sering timbul prasangka-prasangka terhadap kebudayaan lain.
4) Adanya perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri fisik. Hal ini dapat kamu temukan di negara Amerika Serikat, di mana masyarakat terdiri dari berbagai etnis juga ras. Warna kulit yang hitam pernah menjadi penyebab terhambatnya asimilasi antara kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat.
6) Adanya in-group feeling yang kuat, yaitu perasaan yang tertanam kuat bahwa seseorang terikat pada kelompok dan kebudayaannya sendiri.
7) Apabila golongan minoritas mengalami gangguan dari golongan yang berkuasa yang menyebabkan timbulnya kebencian dari golongan minoritas terhadap mayoritas walaupun sebelumnya proses asimilasi di antara mereka sudah terjalin.
8) Perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi. Kepentingan-kepentingan yang berbeda dari tiap-tiap orang dapat mempertajam perbedaan yang sebelumnya sudah nampak.
(Baca Juga : Pengertian Akomodasi, Bentuk-Bentuk & Tujuan Akomodasi )
(Baca Juga : Pengertian Akomodasi, Bentuk-Bentuk & Tujuan Akomodasi )
Post a Comment for "Pengertian Asimilasi, Faktor Dorongan & Faktor Hambatan Asimilasi"